Kota Sungai Penuh Optimis Capai Surplus 25 Ribu Ton Beras

oleh -367 Dilihat
oleh

Kota Sungai Penuh Optimis Capai Surplus Beras 25.663 Ton untuk Mendukung Swasembada Pangan

Thumb

Laporan Sungai Penuh – Pemerintah Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, menyatakan optimisme tinggi untuk mencapai surplus beras sebesar 25.663 ton, sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam audiensi antara Penjabat (Pj) Gubernur Jambi, Dr. Liferdi, Kepala Balai Riset dan Monitoring Pertanian (BRMP) Jambi, Firdaus, serta Koordinator Swasembada Pangan Wilayah Sumatera, Brigjen TNI Arif Hendro, dengan Wakil Walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, yang digelar pada Rabu, 27 Mei 2025.

“Kota Sungai Penuh memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan pengelolaan yang tepat, kita optimistis surplus beras dapat tercapai,” ujar Wakil Walikota Azhar Hamzah.

Strategi dan Asumsi Produksi

Dalam perencanaan produksi, Kota Sungai Penuh mengasumsikan peningkatan indeks pertanaman (IP) menjadi 2,5 kali dan produktivitas tetap berada pada angka 6,18 ton per hektar. Berdasarkan perhitungan tersebut, total produksi beras diperkirakan mencapai 34.688 ton, melebihi target minimum surplus 25.663 ton.

Untuk mendukung pencapaian target, pemerintah daerah memanfaatkan Brigade Pangan, sebuah tim khusus yang bertugas:

  1. Mengelola dan mengawasi penggunaan lahan pertanian secara optimal.

  2. Memastikan pemanfaatan bantuan alsintan (alat dan mesin pertanian) serta sarana produksi (saprodi) tepat sasaran.

  3. Memberikan pelatihan dan pendampingan teknis kepada para petani lokal.

Brigjen TNI Arif Hendro menekankan bahwa keberadaan Brigade Pangan tidak hanya untuk mendukung produksi, tetapi juga memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah fluktuasi iklim dan harga pangan.

Peran BRMP Jambi

Kepala BRMP Jambi, Firdaus, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kinerja melalui:

  • Pemantauan produksi secara digital untuk meminimalkan kehilangan hasil panen.

  • Penyuluhan kepada petani mengenai teknologi tanam modern dan varietas unggul.

  • Koordinasi intensif dengan pemerintah kota, kecamatan, dan kelompok tani agar distribusi bantuan tepat sasaran.

Menurut Firdaus, inovasi dalam pengelolaan lahan dan penggunaan teknologi pertanian modern sangat penting agar target surplus beras tercapai tanpa mengorbankan kualitas beras.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Keberhasilan mencapai surplus beras akan membawa manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan:

  1. Meningkatkan pendapatan petani, karena beras yang diproduksi dapat dijual dengan harga pasar lebih stabil.

  2. Menjamin ketersediaan pangan lokal, sehingga Kota Sungai Penuh tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri tetapi juga dapat menyalurkan surplus ke kabupaten dan provinsi lain.

  3. Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melalui sektor hilir seperti penggilingan, distribusi, dan perdagangan beras.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi kota dan kabupaten lain di Provinsi Jambi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian.

Tindak Lanjut dan Monitoring

Pemerintah Kota Sungai Penuh berencana melakukan monitoring rutin terhadap perkembangan tanam padi hingga panen akhir, termasuk penggunaan alat mekanisasi pertanian, pupuk, dan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lokal.

Wakil Walikota Azhar Hamzah menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, petani, TNI, dan lembaga riset menjadi kunci sukses program swasembada pangan ini.

“Dengan sinergi yang baik, Kota Sungai Penuh tidak hanya bisa mencapai target surplus, tetapi juga menjadi kota percontohan ketahanan pangan di Provinsi Jambi,” ujar Azhar Hamzah.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Kota Sungai Penuh optimistis bahwa program swasembada pangan 2025 dapat berjalan sesuai target, menjaga ketahanan pangan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani lokal.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.