Sungai Penuh – Bea Cukai Gagalkan (DJBC) kembali mencatatkan prestasi besar dalam upayanya menanggulangi penyelundupan barang ilegal. Dalam operasi yang berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, petugas Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan garmen ilegal senilai miliaran rupiah yang berasal dari luar negeri
Penyelundupan Garmen: Dampak terhadap Ekonomi dan Industri Lokal

Baca Juga : Sungai Penuh Siap Jadi Kota Modern Lewat Beragam Program Inovatif
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan barang ilegal seperti garmen ini bukan hanya merugikan pendapatan negara dari sektor pajak dan bea masuk, tetapi juga berdampak pada daya saing industri garmen lokal. Para pelaku usaha lokal yang mematuhi aturan harus bersaing dengan produk-produk yang masuk secara ilegal, seringkali dengan harga yang jauh lebih murah karena tidak membayar kewajiban pajak dan bea masuk. Hal ini tentu merugikan industri tekstil dalam negeri, yang sudah berjuang untuk bersaing di pasar domestik maupun global.
“Produk garmen ilegal ini masuk tanpa melalui prosedur yang benar, dan tentu saja menimbulkan ketidakadilan bagi para pelaku industri tekstil yang telah mematuhi aturan. Mereka yang berusaha menjalankan usaha secara sah harus bersaing dengan barang yang tidak dikenakan pajak dan bea masuk.
Selain merugikan industri lokal, barang-barang ilegal yang masuk tanpa pengawasan kualitas dan standar juga dapat membahayakan konsumen.
Penangkapan Berawal dari Pemeriksaan Rutin
Tim Bea Cukai kemudian melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kontainer tersebut.
Kami akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang lainnya untuk menangani kasus ini lebih lanjut,” ujar Rina Wulandari, Kepala Seksi Kepatuhan dan Penindakan Bea Cukai Tanjung Priok.
Prosedur dan Kebijakan Impor yang Ketat
Indonesia, sebagai negara dengan pasar konsumen terbesar di Asia Tenggara, memiliki regulasi ketat terkait dengan impor barang, termasuk garmen.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa barang yang masuk ke Indonesia tercatat dengan baik dan melalui jalur yang sah.
Tindak Lanjut dan Hukuman yang Dikenakan
Penyelundupan garmen ilegal ini menimbulkan kerugian besar bagi negara, dan Bea Cukai tidak akan tinggal diam. Pihak berwenang kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam jaringan penyelundupan ini

![kapolri-jenderal-listyo-sigit-prabowo-kedua-dari-kiri-ketua-komisi-iii-dpr-habiburokhman-tengah-jaksa-agung-st-burhanuddin-ked-1765870795187_169[1] Jaksa Agung Yakin](https://infograndine.com/wp-content/uploads/2025/12/kapolri-jenderal-listyo-sigit-prabowo-kedua-dari-kiri-ketua-komisi-iii-dpr-habiburokhman-tengah-jaksa-agung-st-burhanuddin-ked-1765870795187_1691-148x111.jpeg)
![Polres-3-800x439[1] Polisi Tangkap 2 Mata](https://infograndine.com/wp-content/uploads/2025/12/Polres-3-800x4391-1-148x111.webp)
![ketum-pdip-megawati-soekarnoputri-menonton-final-liga-kampung-soekarno-cup-2025-di-bali-1765677709215_169[1] Megawati Nonton Final](https://infograndine.com/wp-content/uploads/2025/12/ketum-pdip-megawati-soekarnoputri-menonton-final-liga-kampung-soekarno-cup-2025-di-bali-1765677709215_1691-148x111.jpeg)
![eks-kades-dan-eks-sekdes-di-kota-sungai-penuh-jambi_169[1]](https://infograndine.com/wp-content/uploads/2025/12/eks-kades-dan-eks-sekdes-di-kota-sungai-penuh-jambi_1691-148x111.jpeg)
![70034-perladangan-ilegal-taman-nasional-kerinci-seblat[1]](https://infograndine.com/wp-content/uploads/2025/12/70034-perladangan-ilegal-taman-nasional-kerinci-seblat1-148x111.jpg)